Oleh: Yabes Ottu

Ayah
Mengapa engkau masih disana
Ketika mentari mulai lelah
Saat rembulan memulai berkarya
Ayah
Mengapa masih begitu kekar?
Dimanakah usia tuamu yang kian berakar?
Tak pernakah engkau sedikit letih?
Ayah
Engkau tak menyusui
Namun keringat menetes pun memberi
Membajiri dahaga ku tanpa henti
Ayah
Lapar mu mengenyangkan aku
Dahaga mu memuaskan aku
Tubuh kekar menjadi lumbung aku
Ayah
Jika dibolehkan
Mungkin aku menjadikan engkau tuhan
Sebab cinta yang tulus pun engkau miliki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar