Oleh : Yabes Ottu
Sepucuk surat cinta untuk kawan lama, yang pernah berdiri sama tinggi, dan berjalanpun serasi.
Adakah engaku masih mengingat kenangan dikala kita masih berada disana, di ruangan itu berteman pelita, bercanda bersama tanpa menggoreskan luka.

Adakah kopi itu masih tetap panas?, masih adakah cerita polos?, ataukah kini tinggal puing-puing yang dilahap kedinginan.
Kawan, mengapa engkau berbalik serta dengan kejinya engkau meludahi gelas berisi kopi manis itu?.
Mengapa engakau begitu cepat ingin berlalu?, adakah aku bersalah terhadap mu?, ataukah engkau telah bosan dengan kisah itu?.
Kawan, aku tak bersedia melawan mu, sebab engakau masih menjadi sahabat ku, dan bukan karena aku terlalu lemah hanya saja aku menghargai sumpah dikala itu.
Kawan, aku selalu bercerita tentang rindu kepada Tuhan. Tentang cinta yang kian terlupakan.
Kupang, 20 Februari 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar