Rabu, 25 Oktober 2023

Gibran Rakabuming Raka Di Usung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda



Gibran Rakabuming Raka Di Usung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

(Oleh : Yabes Merkido Ottu) 


Pemilu sudah diambang pintu. Partai-partai politik ramai-ramai sibuk menyiapkan kader-kader terbaik dan bahkan hanya melihat dari popularitas semata tanpa prestasi yang menjulang tinggi untuk ikut bertarung dalam pemilihan legislatif dan eksekutif dari daerah hingga ke pusat. Menariknya, tahun politik kali ini dinominasi oleh kalangan anak muda. Tentu saja ini adalah  sebuah kemajuan, anak muda telah menyadari betapa pentingnya politik dalam ikut serta membangun bangsa dan negara. Semoga ini merupakan sebuah kesadaran yang lahir dari jiwa nasionalisme yang tinggi. 


Tidak terlepas dari momentum politik yang semakin memanas yang terus di obok-obok oleh kaum elit dari berbagai kalangan. Saya ingin mengajak kita sekalian untuk menyeruput kopi hangat yang sedang disodorkan di negeri ini. Apalagi kalau bukan putra sulung presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko widodo, Gibran Rakabuming Raka, walikota salo yang baru beranjak tahun kedua itu yang belum sepenuhnya sukses menjalankan visi dan misi kampanye beberapa tahun yang lalu namun kini di tosser menjemput bola panas yang diracik sedemikian pula. Dan partai Golkar menjadi rumah untuk maju sebagai bacapres.




Secara pribadi saya ingin mengajak kita untuk sejenak dan lebih tenang melihat dan kita akan melihat sebuah tontonan tindakan atau mainan politik yang secara terang-terangan menimbulkan asumsi-asumsi negatif. 


1. Terjadinya Politik Dinasti

Politik Dinasti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai keturunan raja-raja yang memerintah, semuanya berasal dari satu keluarga.  Politik Dinasti di negara Indonesia telah tumbuh dan mengakar hanya saja dikalangan masyarakat melihat itu sebagai sesuatu hal yang dianggap biasa-biasa saja. Jarang sekali praktek politik Dinasti menjadi topik diskusi oleh pengamat politik dinegeri ini sehingga hal ini tidak menjadi sesuatu yang menonjol namun demikian politik Dinasti tersebut telah menjadi momok yang tidak bisa dihindarkan lagi. 


Dinasti politik sendiri merupakan sebuah pola atau stragi politik yang dimainkan oleh seorang pemimpin yang diturunkan kepada keluarga atau anak-anaknya dalam melanjutkan tongkat kepemimpinan. Lalu apakah Dinasti politik disalahkan?. Sebenarnya ini merupakan praktek politik yang layak-layak saja namun sangat mempengaruhi etika sosial kemasyarakatan jika Dinasti politik dipraktikkan di negara yang menjujung tinggi nilai-nilai Demokritis ini. 


Apa yang menjadi langkah putra sulung Presiden Joko Widodo sebagai bacawapres yang terang-terangan diperbincangkan akan mendampingi Mentri Pertahanan Republik Indonesia dari kabinet Indonesia maju, Pranowo Subianto, tentu saja merupakan praktek politik Dinasti yang dimainkan oleh Presiden Jokowidodo sebagai ayah sekaligus presiden aktif. Jika ditinjau dari umur yang masih sangat belia yang setelah melalui pertimbangan Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman yang tidak lain juga adalah paman dari walikota aktif dari solo tersebut menyetujui batas umur minimal capres dan cawapres yang juga menguntungkan Gibran sendiri. Yang walaupun seperti yang diketahui bahwa keputusan MK adalah keputusan yang final yang dimana setuju atau tidak setuju harus diikuti oleh seluruh masyarakat tanah air. 


Joko Widodo yang diharapkan menjadi pemimpin negara Republik indonesia yang bisa mengkokohkan NKRI di era reformasi ini pada masa akhir jabatannya dinilai melalaikan etika sosial kemasyarakatan dengan hadirnya sistem nepotisme. Kehadiran Gibran di panggung politik di negeri ini tentu saja tidak lain adalah pengaruh besar dari seorang ayah, jokowidodo seolah-olah memberikan karpet merah atau keuntungan secara khusus yang sangat berlebihan kepada putra sulungnya itu. 


Dalam praktek politik Dinasti ini kemungkinan besar akan berdampak degatif seperti akan terjadi konspirasi politik kepentingan kelompok dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala negara dan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) akan menjadi hasil akhir dari proses Dinasti politik. 


Lalu Gibran di usung oleh partai Golkar untuk mendapingi Prabowo adalah sesuatu yang penuh tanda tanya. Apakah dengan segudang pengalaman partai sebesar Golkar yang lahir dan besar pesat di era Orde Baru akan dengan begitu gampang menobrak-abrik Gibran Rakabumi Raka jika terpilih nanti?, ada apa dibalik ini?, saya pikir hanya ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Jokowidodo sebagai presiden dan ayah Gibran dan ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subianto yang tahu jawabannya, bahkan kemungkinan Gibran  tidak tahu jawabannya, siap sedia mengikuti arahan. 


2. Gibran Rakabumi Tidak Berpeluang Mewakili Anak Muda. 

Kehadiran anak muda di dunia politik adalah kesuksesan besar bagi negara ini. Namun harus disertai dengan pengalaman yang mempuni dalam urusan ketatanegaraan. Politik praktis bukan wahana belajar bagi anak muda apalagi setingkat calon wakil presiden. Sulit dibayangkan jika seorang anak muda yang baru saja meniti karir di dunia politik namun memulai nya dari puncak tertinggi. Hal tersebut berpotensi terjadi kecelakaan dalam menaklukkan derasnya dinamika politik global yang semakin panas dan kompleks. Ditambah lagi dengan pengalam Gibran Rakabuming Raka, yang jika dibandingkan dengan Presiden-presiden sebelumnya yang memulai karir politik dari bawah dan mampu memahami betul ketatanegaraan maka Gibran kelahiran tanggal 01 Oktober 1987 hanyalah seorang bayi merah yang belum apa-apa, hanya mengandalkan nama besar atau popularitas dari seorang ayah. 


Jumlah masyarakat yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan sebanyak 275,77 juta jiwa pada 2022 ini tidak ingin bangsa yang berada di masa-masa proses perjalanan menuju tahun emas 2045 hanya menjadi dongeng semata. Masyarakat Indonesia menginginkan pemimpin atau nakhoda yang mampu menerobos berbagai persoalan dan dinamika dari dalam dan luar tubuh bangsa yang menjadikan pengalaman pengabdian untuk menjadikan bangsa ini terus berada pada jalur yang tepat wujudkan Indonesia emas 2045.


Indonesia yang diperkirakan akan menghadapi era bonus demografi beberapa tahun ke depan, tepatnya pada tahun 2030 hingga 2040 mendatang. Masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia. Tentu saja kita tidak menginginkan untuk melawati momentum ini dengan langkah yang salah. Momentum tersebut tentu saja harus dihadapi dengan perencanaan yang matang dikarenakan bonus demografi ini tidak akan tercipta yang kedua kalinya dalam kurun waktu yang cepat. 





Jumat, 20 Maret 2020

AYAH, MENGAPA ENGKAU BEGITU TULUS?
Oleh: Yabes Ottu


Ayah
Mengapa engkau masih disana
Ketika mentari mulai lelah
Saat rembulan memulai berkarya

Ayah
Mengapa masih begitu kekar?
Dimanakah usia tuamu yang kian berakar?
Tak pernakah engkau sedikit letih?

Ayah
Engkau tak menyusui
Namun keringat menetes pun memberi
Membajiri dahaga ku tanpa henti

Ayah
Lapar mu mengenyangkan aku
Dahaga mu memuaskan aku
Tubuh kekar menjadi lumbung aku

Ayah
Jika dibolehkan
Mungkin aku menjadikan engkau tuhan
Sebab cinta yang tulus pun engkau miliki

Kamis, 12 Maret 2020

SURAT CINTA KEPADA KAWAN LAMA
Oleh : Yabes Ottu

Sepucuk surat cinta untuk kawan lama, yang pernah berdiri sama tinggi, dan berjalanpun serasi.

Adakah engaku masih mengingat kenangan dikala kita masih berada disana, di ruangan itu berteman pelita, bercanda bersama tanpa menggoreskan luka.

Adakah kopi itu masih tetap panas?, masih adakah cerita polos?, ataukah kini tinggal puing-puing yang dilahap kedinginan.

Kawan, mengapa engkau berbalik serta dengan kejinya engkau meludahi gelas berisi kopi manis itu?.

Mengapa engakau begitu cepat ingin berlalu?, adakah aku bersalah terhadap mu?, ataukah engkau telah bosan dengan kisah itu?.

Kawan, aku tak bersedia melawan mu, sebab engakau masih menjadi sahabat ku, dan bukan karena aku terlalu lemah hanya saja aku menghargai sumpah dikala itu.

Kawan, aku selalu bercerita tentang rindu kepada Tuhan. Tentang cinta yang kian terlupakan.


Kupang, 20 Februari 2020

SURAT CINTA UNTUK SAHABAT LAMA
Oleh : Yabes Ottu

Teruntuk engkau sahabat lama, yang kini tak lagi disini namun berada di seberang sana.

Kawan, Entah engkau yang ingin menjauh, atau aku yang telah bersalah.

Mungkin aku yang terlalu egois atau engkau yang berpikir pesimis.

Tapi tak apa, sebab engkau kini menjadi lebih dewasa.

Sahabat lama, silahkan menyeberangi latuan lepas, satu hal yang perlu engkau tahu bahwa engkau tak kan ku lepas.

Kawan, silahkan membuka mata dan melihat dunia yang lebih luas, sebab engkau berhak memilih tanpa merasa ditindas.

Pergilah kawan, namun yang aku minta dari mu adalah jangan berbalik melawan, karena aku akan mengalah walau aku lebih berpengalaman.

Kupang 22 Februari 2020


Rabu, 11 Maret 2020

PEMUDA KURANG BERMORAL, SIAP YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB?.

Masalah-masalah remaja atau pemuda pasa masa kini tentu tidak ada habisnya. Persoalan-persoalan tersebut bisa seperti minum mabuk, cara berpakian yang tidak feminin bagi wanita, kekerasan seksual, kericuhan antar kelompok pemuda yang satu dengan yang lain, dan masih ada banyak masalah-masalah di luar sana yang di lakukan oleh pemuda tersendiri yang sebenarnya di anggap sebagai generasi penerus bangsa.

Pemuda atau remaja melakukan hal-hal yang bertantangan dengan moralitas juga karena dengan alasan supaya di katakan keren atau gaul, sedangkan kalau tidak melakukan maka akan dikatakan ketinggalan zaman atau bahasa kupang biasanya disebut kampungan.

Persoalan-persoalan di atas tentunya harus mendapat perhatian penuh dari orang tua, agama dan pemerintahan penegak hukum di wilayah setempat.

Orang tua harus berperan penting dalam pembinaan mental anak sejak dini sehingga kelak tidak minim moralitas dalam kehidupannya.

Agama juga menjadi wadah yang berperan penting bagi pemuda untuk belajar dan memahami mana yang baik dan tidak baik yang di kehendaki oleh Allah, dan pemerintah penegak hukum juga harus berperan penting dalam menangani masalah-masalah ini karena jika tidak dengan tegas menangani persoalan seperti pemuda yang minum mabuk di jalan maka akan terjadi hal-hal yang lebih serius seperti kericuhan sehingga bisa menimbulkan korban jiwa dan bisa menimbukkan masalah-masalah lain yang dikarenakan mengonsumsi minuman keras yang berlebihan.

Seperti baru-baru ini, kota kupang di hebohkan dengan video yang cukup meresahkan masyarakat yang beredar di media sosial dengan julukan #Video viral party naikol*n.

Bahkan seketika video itu beredar dan mendapat tanggapan dan kecaman dari masyarakat pengguna media sosial, namun para pemuda yang melakukan hal tersebut menganggap itu hal biasa karena di anggap mengikuti perkembangan zaman. Bahkan dalam gambar atau video yang di ambil terlihat tidak ada raut wajah penuh penyesalah. Dan kita juga melihat bahwa sepertinya hal yang sangat memalukan itu terjadi karena adanya pengaruh alkohol. Bahkan dalam hal seperti ini pun pemuda mengganggap itu hal biasa karena bisa dianggap telah mengikuti perkembangan zaman.

Disinilah orang tua atau orang yang di anggap bisa membantu harus berperan penting untuk memberikan pemahaman bahwa kemajuan zaman tidak seharusnya membawa remaja atau pemuda terjerumus dalam persoalan yang merugikan diri sendiri bahkan keluarga.

Adapun solusi yang bisa dipakai untuk membantu remaja atau pemuda hidup lebih baik tanpa persoalan seperti hal-hal yang diuraikan diatas, diatantanya sebagai berikut :
1. Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
2. Mengambil langkah pendekatan supaya memberikan pembinaan khusus bagi pemuda/remaja yang telah terjerumus dalam aktifitas yang merugikan
3. Pemuda atau remaja sebaiknya aktif dalam setiap aktifitas sosial dan keagamaan.
4. Guru di sekolah harus membentuk peserta didik agar terciptanya pemuda atau remaja yang berakhlak baik sesui dengan nilai-nilai kebudayaan yang baik.

"Karena seorang akan bangkit dari masalahnya apa bila orang tersebut memiliki kemauan untuk mengambil keputusan dalam berani meninggalkan masa lalu yang kelam".

Penulis :Yabes Ottu
PAK PEMUDA

Minggu, 08 Maret 2020

TENTANG KAMU YANG MASIH DISINI
Oleh : Yabes Ottu


Kenagan yang indah bersama mu
dikala itu masih membekas tak pudar, walau kini semua telah berakhir.

Aku coba untuk berlalu, namun aku hanyalah insan biasa yang kadang tak berdaya.

Aku masih terhanyut oleh rindu yang menyikasa dikala sunyi menjadi sahabat curhat.

Cerita kita masih melekat etat walau kita telah memilih jalan kita masing-masing tanpa saling peduli.

Di sini, tempat yang pernah menjadi saksi bisu, aku mencoba memahami kisah yang menemui akhir yang pilu.

Jejak kita pun masih membekas disini, seolah tak rela melihat kita yang kini tak saling memiliki lagi.

Kadang aku berpikir mungkin aku yang terlalu bodoh dalam menyimpan rasa, hingga sakit pun masih ingin menyimpan lukisan cinta.

Bung Ottu
MAAF, AKU MENCINTAI MU SAHABAT
Oleh : Yabes Ottu

Maafkan aku terhanyut bersama rasa
Yang kian memaksa aku disini
Walau aku sadar aku tak bisa memiliki

Maafkan aku yang memadukan dua rasa
Antara sebatas teman dan juga cinta
Maaf aku terlalu egois untuk hal ini
Aku yang tak mampu menahan gelora

Aku selalu berbicara kepada senja
Tentang kamu yang menjadi harapan
Kepada Tuhan pun engaku menjadi topik doa
Dan sunyi pun mengetahui semuanya

Bung Ottu

Gibran Rakabuming Raka Di Usung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

Gibran Rakabuming Raka Di Usung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda (Oleh : Yabes Merkido Ottu)  Pemilu sudah diamb...